Kamis, 03 Juli 2008

Sintang-ku langka BBM.......

Sintang ku langka BBM, Listrik-pon “ngap-ngap baong”.............!

Calon Ibu Kota Provinsi Kapuas Raya itu kini mulai ‘memanas’. Air di aliran Sungai Kapuas dan Melawi mulai surut akibat kemarau yang beranjak panjang, padahal biasanya ada saja motor tongkang yang hilir mudik mengangkut kayu logg yang katanya punya perusahaan, tapi berapa persen untuk kesejahteraan masyarakat tidak ada yang tahu, keculi pemerintah saja.

Dan baru saja Sintang di kunjungi grup band ‘UNGU’ dan ‘LOBOW’ yang membius sekitar 20.000 penonton di Stadion Baning Sintang yang juga kadangnya ‘Pendekar Bukit Kelam’ (PERSISTA), ada Gawai Dayak Tahun 2008 di Indoor Apang Semangai, serta Olimpiade Olah Raga & Seni se-Kalbar tingkat SMP/MTs yang dibuka langsung oleh Gubernur Cornelis.

Ditengah ‘panasnya mentari’ yang menerik ketika siang hari, antrian BBM kembali terjadi di tiga lokasi SPBU, di kawasan Tugu Beji, Km 4 dan Sei Ukoi. Kendaraan roda dua hingga enam berjejer terkadang memenuhi badan jalan, hingga macet tak dapat dielakan lagi. Kemana larinya BBM hingga langka?. Padahal baru satu bulan harga BBM di naikan oleh pemerintahan SBY, tetapi harga BBM kian meroket yang berdampak pada naiknya pula harga Sembako yang kian tak mampu dijangkau oleh mayarakat kecil.

Tak hanya hilangnya BBM dari Bumi Senentang, tetapi listrik PLN dirumah juga sudah tidak setabil lagi, PLN beralasan pasokan BBM yang selama ini jadi bahan penggerak mesin listrik sudah kritis sehingga keputusan untuk mem’Byar-Pet-kan’ listrik di Sintang sudah tak terelakan lagi, dan Sintang semakin ‘memanas’.

Tapi kita bisa apa? Paling mungkin yang kita lakukan adalah berdo’a kepada Tuhan, meski kita terkadang tak tahu malu kepada-Nya. Sudalah kita tak pernah mengingatnya, bahkan mungkin untuk menyembahnya juga jarang tetapi permintaan kita kepada-Nya begitu kompleks. Sehingga sifat ‘tamak’ kita muncul dan selalu mencari ‘kambing hitam’.

Atau keahlian kita hanya bisa mengandalkan kepada para ilmuan ditanah air ini untuk segera mencari energi alternatif agar harga BBM menjadi terjangkau hingga harga kebutuhan pokok juga bisa diminimalisirkan. Kita juga berharap kepada para ahli yang ditopang pemerintah untuk segera ‘mempublikasikan’ apa yang mereka bisa untuk menyelesaikan krisis energi negeri ini. Mulai dari penelitian bio disel, bio fuel, blue enery, hyberd atau apapun namanya yang penting mampu menutupi kebutuhan energi kita (Mimpi kale’ ye..........ma’lom gi sangsot neh...!)

Tidak ada komentar: